BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 20 November 2009

Menginstal Linux Open Suse 11.1 Dengan Menggunakan Teks Mode

LANGKAH-LANGKAH MENGINSTALASI LINUX OPEN SUSE MENGGUNAKAN TEKS MODE

1.Siapkan PC ( Personal Computer ) + CD / DVD Open Suse 11.1
2.Setting BIOS, BOOT SEQUENCE pertama dari CD / DVD Rom
3.Untuk Booting pertama pilih CD/DVD, dan booting kedua untuk harddisk

4.Jika sudah tekan F10 dan “Y”, lalu Enter
5.Masukkan DVD Linux 11.1 Installer
6.Tunggu beberapa saat untuk proses booting
7.Jika sudah akan keluar tampilan openSUSE Installer

8.Tekan F3, lalu pilih Tesk Mode
9.Lalu pilih Installition
10.Tunggu proses “LOADING”

11.Pada tampilan pertama ( WELCOME ), pilihlah language sesuai selera anda masing – masing



12.Bacalah ‘license agreement’ untuk menyetujui proses penginstalan LINUX
13.Jika sudah tekan Alt+N
14.Akan keluar “Lisence Agreement”, tekan F10
15.Klik Next atau tekan Alt+N
16.Dan tampilan kedua pun akan muncul yaitu “SYSTEM PROBLING”

17.Akan muncul tampilan Instalation Mode , Pilih New Instalation

18.ll. Update Repair Install System
19.Tekan F10
20.Akan muncul tampilan Inisialisasi

21.Keluarlah tampilan TIME ZONE
22.Tentukan ‘REGION’ , ‘TIME ZONE’ anda
Region = Asia tekan Alt+Z

Time Zone = Jakarta tekan Alt+Z

23.Jika sudah tekan F10
24.Akan muncul Time Date and Time, pilih secara manual (Alt+E)

25.Lanjutkan penginstalan dengan menekan Alt+S
26.Selanjutnya anda akan dihadapkan pada tampilan ‘DEKSTOP SELECTION’, pilih GNOME, KDE 4.1 atau OTHER, sesuai kesenangan pengguna/penginstall

27.Jika sudah tekan F10
28.Di tampilan ‘SUGGESTED PARTITIONING’ pilih edit partition setup

29.Hapuslah semua partisi yang ada dengan menekan enter kemudian Alt+D, lalu buatlah partisi baru.
30.Pilih ‘Add atau ctrl+d, lalu pilih ‘primary’ yaitu sebagai memory utama.
31.Jika sudah tekan Alt+N
32.Akan muncul Costum Size, tekan Alt+C kemudian Alt+I
33.Jika sudah tekan Alt+N
34.Buatlah partisi pertama dengan format SWAP yaitu dengan cara menuliskan 2 kali memory RAM ( contoh: memory RAM= 256 MB ; kita menuliskan 512 MB di Custom Size )
35.Lalu buatlah partisi kedua cara yang sama yaitu ctrl+d atau pilih ‘add’
36.Pilih ‘primary partition’ lalu Custom Size, lalu tuliskan memory sesuai kesenangan anda, misalnya 10 GB, dengan File System Reiser dan format file ‘root’ atau pilih “/ ”
37.Pilih ‘FINISH’
38.Buat partisi ke tiga dengan besar 5 GB, bila tidak cukup pilihlah ‘Maximum Size’, pilih next, dengan file system Ext 3 dan format ‘HOME’ atau /home dengan menekan Alt+F

39.Jika sudah selesai pilih Accept, lalu Next
40.Dan tampilan selanjutnya pun akan muncul
41.Anda harus meng-edit ‘Username’ dan ‘Password’
42.Isi User’s Full name dengan menekan Alt+F

43.Tekan F10 jika sudah selesai
44.Akan muncul seting Instalasi



45.Tekan Alt+I
46.Lalu akan muncul Konfirmasi Penginstalan, tekan Alt+I

47.Akan muncul Instalation – Warning Up, lalu tekan F10

48.Muncul ”Lakukan Instalasi”, tekan F10











49.Akan muncul peryataan “Menyelesaikan Instalasi Dasar”
50.Pada tampilan dibawah, pilih Alt+O
51.Pada tampilan selanjutnya yaitu Perform Installation anda tunggulah sampai loading mencapai 100%
52.Lalu muncul Finishing Basic Installation

Minggu, 15 November 2009

Tugas P.Lukman ( Menginstalasi Open Suse 11.1 )

Langkah-Langkah Menginstal Linux Open Suse 11.1

1.Siapkan PC ( Personal Computer ) + CD / DVD Open Suse 11.1
2.Setting BIOS, BOOT SEQUENCE pertama dari CD / DVD Rom
3.Untuk Booting pertama pilih CD/DVD, dan booting kedua untuk harddisk

4.Jika sudah tekan F10 dan “Y”, lalu Enter
5.Masukkan DVD Linux 11.1 Installer
6.Tunggu beberapa saat untuk proses booting
7.Jika sudah akan keluar tampilan openSUSE Installer

8.Tekan F3 untuk memilih video mode GUI, ataupun text mode, untuk GUI setidaknya memilih 800 x 600 sesuai standard penginstallan

9.Lalu pilih Installition
10.Tunggu proses “LOADING”

11.Pada tampilan pertama ( WELCOME ), pilihlah language sesuai selera anda masing – masing
12.Bacalah ‘license agreement’ untuk menyetujui proses penginstalan LINUX
13.Jika sudah tekan NEXT

14.Dan tampilan kedua pun akan muncul yaitu “SYSTEM ANALYSIS”

15.Jika anda baru memulai penginstalan pilhlah NEW INSTALLATION

16.Klik NEXT
17.Keluarlah tampilan TIME ZONE
18.Tentukan ‘REGION’ , ‘TIME ZONE’ anda, lalu pilih next

19.Selanjutnya anda akan dihadapkan pada tampilan ‘DEKSTOP SELECTION’, pilih GNOME, KDE 4.1 atau OTHER, sesuai kesenangan pengguna/penginstall

20.Di tampilan ‘SUGGESTED PARTITIONING’ pilih edit partition setup…

21.Hapuslah semua partisi yang ada, lalu buatlah partisi baru.
22.Pilih ‘Add atau ctrl+d, lalu pilih ‘primary’ yaitu sebagai memory utama.
23.Buatlah partisi pertama dengan format SWAP yaitu dengan cara menuliskan 2 kali memory RAM ( contoh: memory RAM= 256 MB ; kita menuliskan 512 MB di Custom Size )
24.Lalu buatlah partisi kedua cara yang sama yaitu ctrl+d atau pilih ‘add’
25.Pilih ‘primary partition’ lalu Custom Size, lalu tuliskan memory sesuai kesenangan anda, misalnya 10 GB, dengan File System Reiser dan format file ‘root’ atau pilih “/ ”
26.Pilih ‘FINISH’
27.Buat partisi ke tiga dengan besar 10 GB, bila tidak cukup pilihlah ‘Maximum Size’, pilih next, dengan file system Ext 3 dan format ‘HOME’ atau /home
28.Jika sudah selesai pilih Accept, lalu Next
29.Dan tampilan selanjutnya pun akan muncul
30.Anda harus meng-edit ‘Username’ dan ‘Password’

31.Tekan next jika sudah selesai
32.Dan beberapa pertanyaan akan muncul, anda tinggal memilih ‘YES’ saja.
33.Akhirnya kita memasuki proses Installasi, pada tampilan Installation Settings pilih ‘INSTALL’


34.Sewaktu anda klik Install kotak dialog Confirm Installtion, klik atau pilih “install”

35.Pada tampilan selanjutnya yaitu Perform Installation anda tunggulah sampai loading mencapai 100%,

36.Lalu klik ‘NEXT’
37.Proses installation Open Suse 11.1 pun selesai dan siap digunakan

Jumat, 30 Oktober 2009

Spesifikasi Jenis-Jenis Processor

•Pengertian dan Jenis Processor
Processor sering disebut sebagai otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh kompunen lainnya. Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas processor.


Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz). Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel. Bagian dari Prosesor Bagian terpenting dari prosesor terbagi 3 yaitu :
• Aritcmatics Logical Unit (ALU)
• Control Unit (CU)
• Memory Unit (MU)
Sejarah Perkembangan Mikroprocessor :
1971 : 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.


1972 : 8008 Microprocessor
Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.


1974 : 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan


1978 : 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.


1982 : 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.


1985 : Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004


1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.


1993 : Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.


1995 : Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.


1997 : Intel® Pentium® II Processor
Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.


1998 : Intel® Pentium II Xeon® Processor
Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.


1999 : Intel® Celeron® Processor
Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

1999 : Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.


1999 : Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.


2000 : Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.


2001 : Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.


2001 : Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).


2002 : Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium


2003 : Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.


2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.


2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.


2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.


2005 : Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.


2006 : Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )


2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)







popular post

Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-popular-post-warna-warni-di-blog.html#ixzz2QRFs256w

Menu Tab View

- See more at: http://infodariom.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-menu-tab-view-keren-dengan.html#sthash.Uo40iDpo.dpuf
Pretty Blinking Hello Kitty
Copyright© All Rights Reserved by Fauzani Ikrimannisa